Daftar pustaka sering dikerjakan paling akhir — dan justru di situ banyak coretan dosen muncul: urutan tidak alfabetis, tahun salah tempat, judul jurnal tidak dimiringkan, atau format berganti-ganti antarsumber. Padahal, kalau kamu paham polanya, menulis daftar pustaka itu mekanis dan cepat.
Panduan ini membahas cara menulis daftar pustaka APA edisi ke-7 (APA 7), gaya sitasi yang paling banyak dipakai kampus di Indonesia untuk skripsi. Kamu akan belajar format untuk jurnal, buku, bab buku, website, laporan lembaga, dan skripsi, lengkap dengan contoh, cara menulis kutipan di dalam teks, serta kesalahan yang paling sering terjadi.
Semua contoh di artikel ini fiktif dan hanya untuk ilustrasi format. Selalu cek pedoman penulisan kampusmu — sebagian prodi memakai modifikasi APA atau gaya lain.
Apa itu gaya sitasi APA?
APA (American Psychological Association) adalah gaya penulisan sitasi dengan pola penulis–tahun. Ciri utamanya: nama penulis dan tahun terbit muncul di dalam teks, misalnya (Pratama, 2023), lalu detail lengkap sumbernya ditulis di daftar pustaka.
Edisi yang berlaku saat ini adalah APA edisi ke-7. Beberapa perubahan penting dibanding edisi ke-6:
- Kota penerbit tidak lagi ditulis untuk buku — cukup nama penerbit.
- DOI ditulis sebagai link:
https://doi.org/..., tanpa label "DOI:". - Hingga 20 penulis dicantumkan di daftar pustaka.
- Di dalam teks, sumber dengan tiga penulis atau lebih langsung ditulis dengan et al. (atau "dkk." di banyak kampus Indonesia) sejak kutipan pertama.
Anatomi daftar pustaka APA
Hampir semua jenis sumber mengikuti urutan yang sama: penulis → tahun → judul → sumber → DOI/URL.

Aturan dasarnya:
- Penulis: nama belakang, lalu inisial nama depan. Contoh: Budi Santoso → Santoso, B.
- Tahun ditulis di dalam kurung dan diakhiri titik: (2023).
- Judul artikel memakai huruf kapital hanya di awal kalimat dan nama diri, tidak dicetak miring.
- Judul buku dan nama jurnal dicetak miring.
- Penulis dengan satu nama (mononim) ditulis apa adanya, tanpa inisial.
Contoh daftar pustaka APA untuk berbagai sumber
Artikel jurnal
Format:
Penulis, A. A., & Penulis, B. B. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman. https://doi.org/xxxx
Contoh:
Pratama, A., & Lestari, D. (2023). Pengaruh ulasan online terhadap minat beli konsumen generasi Z. Jurnal Manajemen Pemasaran, 12(2), 45–58. https://doi.org/10.xxxx/xxxxx
Perhatikan: nama jurnal dan nomor volume dicetak miring, sedangkan nomor terbitan (issue) di dalam kurung tidak miring. Kalau artikel tidak punya DOI tapi tersedia online, tulis URL halaman artikelnya.
Buku
Format:
Penulis, A. A. (Tahun). Judul buku: Subjudul jika ada (Edisi ke-x). Penerbit.
Contoh:
Santoso, B. (2021). Metodologi penelitian kuantitatif: Teori dan praktik (Edisi ke-2). Penerbit Contoh.
Keterangan edisi hanya ditulis kalau bukan edisi pertama.
Bab dalam buku suntingan
Format:
Penulis, A. A. (Tahun). Judul bab. Dalam E. Editor (Ed.), Judul buku (hlm. xx–xx). Penerbit.
Contoh:
Hakim, M. (2022). Literasi digital di kalangan mahasiswa. Dalam R. Wijaya (Ed.), Pendidikan di era digital (hlm. 33–51). Penerbit Contoh.
Website atau artikel online
Format:
Penulis atau Organisasi. (Tahun, Tanggal Bulan). Judul halaman. Nama Situs. URL
Contoh:
Putri, S. (2024, 12 Maret). Tips mengatur waktu saat menyusun skripsi. Portal Kampus Contoh. https://www.contoh.ac.id/tips-skripsi
Kalau penulisnya sama dengan nama situs (misalnya situs resmi sebuah lembaga), nama situs tidak perlu ditulis lagi.
Laporan lembaga atau pemerintah
Format:
Nama Lembaga. (Tahun). Judul laporan. URL
Contoh:
Dinas Pendidikan Kota Contoh. (2023). Laporan tahunan pendidikan 2023. https://www.contoh.go.id/laporan-2023
Skripsi, tesis, atau disertasi
Format:
Penulis, A. A. (Tahun). Judul skripsi [Skripsi, Nama Universitas]. Nama Repositori. URL
Contoh:
Rahmawati, N. (2022). Pengaruh kualitas tidur terhadap konsentrasi belajar mahasiswa [Skripsi, Universitas Contoh]. Repositori Universitas Contoh. https://repository.contoh.ac.id/123
Cara menulis kutipan di dalam teks (in-text citation)
Setiap sumber di daftar pustaka harus muncul di dalam teks, dan sebaliknya. Ada dua bentuk kutipan:
| Jumlah penulis | Kutipan dalam kurung | Kutipan naratif |
|---|---|---|
| 1 penulis | (Pratama, 2023) | Pratama (2023) |
| 2 penulis | (Pratama & Lestari, 2023) | Pratama dan Lestari (2023) |
| 3 penulis atau lebih | (Wijaya et al., 2024) | Wijaya et al. (2024) |
| Organisasi | (Dinas Pendidikan Kota Contoh, 2023) | Dinas Pendidikan Kota Contoh (2023) |
Banyak kampus di Indonesia menulis dkk. sebagai pengganti et al., dan "dan" sebagai pengganti "&" pada kutipan naratif. Pilih satu dan gunakan secara konsisten.
Kutipan langsung
Kalau kamu menyalin kalimat persis dari sumber, gunakan tanda kutip dan cantumkan nomor halaman:
Menurut Pratama (2023), "ulasan dari sesama konsumen dianggap lebih jujur daripada iklan" (hlm. 47).
Gunakan kutipan langsung secukupnya. Sebagian besar isi skripsi sebaiknya berupa parafrase yang tetap disertai sitasi — lihat juga panduan cara menurunkan similarity Turnitin.
Aturan format halaman daftar pustaka
- Judul halaman: Daftar Pustaka (atau sesuai pedoman kampus), di tengah dan tebal.
- Urutkan alfabetis berdasarkan nama belakang penulis pertama.
- Gunakan hanging indent: baris pertama rata kiri, baris berikutnya menjorok sekitar 1,27 cm.
- Spasi mengikuti pedoman kampus — APA standar memakai spasi ganda.
- Penulis yang sama dengan tahun yang sama dibedakan dengan huruf: (2023a), (2023b).
Kesalahan umum saat menulis daftar pustaka
- Sumber di teks tidak ada di daftar pustaka (atau sebaliknya).
- Menulis nama depan lengkap alih-alih nama belakang dan inisial.
- Mencampur gaya sitasi, misalnya sebagian APA, sebagian gaya lain.
- Tidak memiringkan nama jurnal atau judul buku.
- Masih menulis kota penerbit atau label "DOI:" dari format lama.
- Mencantumkan referensi yang tidak benar-benar dibaca — berisiko saat dosen atau penguji bertanya isinya.
Cara cepat menyusun daftar pustaka
Untuk skripsi dengan puluhan referensi, gunakan reference manager seperti Zotero atau Mendeley, atau fitur referensi bawaan pengolah kata. Alat ini bisa membuat kutipan dan daftar pustaka APA secara otomatis. Namun, hasilnya tetap perlu dicek: data yang ditarik otomatis kadang salah kapitalisasi atau kurang lengkap.
Supaya bahan referensinya kuat sejak awal, pastikan jurnal yang kamu kutip kredibel — baca cara mencari jurnal ilmiah. Di SOM AI, hasil pencarian jurnal sudah dilengkapi penulis, tahun, dan link sumber, sehingga lebih mudah dicatat ke daftar pustaka. Tetap cocokkan setiap detailnya dengan halaman asli jurnal sebelum dimasukkan.
Pertanyaan yang sering ditanya
Apa bedanya APA 6 dan APA 7?
Perubahan yang paling terasa di APA 7: kota penerbit tidak lagi ditulis, DOI ditulis sebagai link https://doi.org/, hingga 20 penulis dicantumkan di daftar pustaka, dan kutipan tiga penulis atau lebih langsung memakai et al. sejak kutipan pertama.
Apakah daftar pustaka harus berurutan sesuai abjad?
Ya. Dalam gaya APA, daftar pustaka diurutkan secara alfabetis berdasarkan nama belakang penulis pertama, bukan berdasarkan urutan kemunculan di teks.
Bagaimana menulis sumber tanpa tahun terbit?
Gunakan "t.t." (tanpa tahun) atau "n.d." sesuai pedoman kampus, misalnya (Putri, t.t.). Namun, sebisa mungkin hindari sumber tanpa tahun di skripsi karena kredibilitasnya sulit dinilai.
Bolehkah memakai "dkk." alih-alih "et al."?
Banyak kampus di Indonesia membolehkan, bahkan menganjurkan, karena skripsi ditulis dalam bahasa Indonesia. Yang terpenting adalah konsisten di seluruh naskah dan sesuai pedoman prodimu.



