Hasil cek Turnitin keluar, angkanya 38%, padahal batas kampus 25%. Panik? Wajar. Tapi sebelum mengganti kata secara acak atau mencoba "trik" yang beredar di media sosial, pahami dulu cara kerja Turnitin. Banyak trik populer justru bikin tulisan susah dibaca, mudah ketahuan, dan bisa berujung sanksi akademik.
Panduan ini membahas cara menurunkan similarity Turnitin dengan benar: membaca laporan, mengenali jenis kemiripan, lalu memperbaikinya dengan parafrase, kutipan, dan sitasi yang rapi — tanpa merusak isi skripsimu.
Apa itu similarity index di Turnitin?
Similarity index adalah persentase teks di dokumenmu yang cocok dengan sumber lain di database Turnitin: halaman internet, publikasi ilmiah, dan dokumen mahasiswa lain yang pernah diunggah.
Hal penting yang sering disalahpahami:
- Similarity bukan vonis plagiat. Angka itu hanya menunjukkan kecocokan teks. Kutipan yang ditulis benar, istilah teknis, dan daftar pustaka juga bisa ikut terhitung.
- Yang dinilai dosen bukan cuma angka. Dosen biasanya melihat dari mana kecocokan itu berasal. Satu sumber yang menyumbang 15% jauh lebih mencurigakan daripada 30 sumber kecil yang masing-masing di bawah 1%.
- Pengaturan filter berpengaruh. Opsi seperti mengecualikan kutipan, daftar pustaka, atau kecocokan yang sangat pendek biasanya diatur oleh dosen atau admin kampus, bukan oleh mahasiswa.
Berapa batas similarity yang aman?
Tidak ada angka universal. Setiap kampus, fakultas, bahkan prodi punya aturan sendiri. Di banyak kampus di Indonesia, batas untuk skripsi berada di kisaran 20–30%, dan sebagian mensyaratkan tidak ada satu sumber pun yang menyumbang lebih dari angka tertentu (misalnya 2–5%).
Selalu cek pedoman resmi prodi atau tanyakan ke dosen pembimbing. Jangan hanya mengandalkan "kata kakak tingkat".
Alur memperbaiki similarity yang efektif
Kunci utamanya: kerjakan dari sumber dengan persentase terbesar dulu. Biasanya 3–5 sumber teratas menyumbang sebagian besar skor.

1. Baca laporan similarity dengan teliti
Buka tampilan daftar sumber (sering disebut match overview). Di sana kamu bisa melihat setiap sumber, persentasenya, dan bagian teks mana yang cocok — biasanya ditandai warna dan nomor.
2. Pilah jenis kecocokannya
Setiap bagian yang ditandai biasanya masuk salah satu kategori ini:
| Jenis kecocokan | Contoh | Yang perlu dilakukan |
|---|---|---|
| Kutipan langsung tanpa tanda kutip | Definisi dari buku disalin utuh | Beri tanda kutip + sitasi, atau parafrase |
| Kalimat yang mirip sumber | Hanya beberapa kata diganti | Tulis ulang dari pemahamanmu + sitasi |
| Istilah & frasa umum | "Metode penelitian kuantitatif" | Umumnya wajar, tidak perlu diubah |
| Daftar pustaka | Judul buku/jurnal | Biasanya dikecualikan lewat filter dosen |
| Template kampus | Lembar pengesahan, kata pengantar standar | Tanyakan apakah boleh dikecualikan |
3. Mulai dari sumber terbesar
Perbaiki sumber nomor 1, 2, dan 3 dulu. Menurunkan satu sumber dari 8% ke 1% jauh lebih berdampak daripada mengutak-atik puluhan kecocokan kecil di bawah 1%.
4. Parafrase dengan benar — dan tetap sitasi
Parafrase yang benar bukan mengganti kata dengan sinonim. Langkahnya:
- Baca paragraf sumber sampai kamu benar-benar paham maksudnya.
- Tutup sumbernya.
- Tulis ulang ide itu dengan bahasa dan struktur kalimatmu sendiri.
- Bandingkan lagi dengan sumber: maknanya harus sama, kalimatnya harus beda.
- Cantumkan sitasi. Parafrase tanpa sitasi tetap termasuk plagiarisme.
Contoh:
Sumber: "Motivasi belajar merupakan dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku." (Uno, 2008)
Parafrase yang lemah: Motivasi belajar adalah dorongan dari dalam dan luar pada siswa yang belajar untuk melakukan perubahan perilaku (Uno, 2008).
Parafrase yang baik: Seorang siswa mau mengubah perilakunya saat belajar karena ada pendorong, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari lingkungan sekitarnya (Uno, 2008).
Parafrase lemah hanya mengganti kata, jadi strukturnya tetap sama dan masih mudah terdeteksi. Parafrase yang baik mengubah sudut kalimat tanpa mengubah makna.
5. Gabungkan beberapa sumber (sintesis)
Alih-alih memparafrase satu sumber per paragraf, gabungkan beberapa sumber untuk membangun argumen. Misalnya: "Beberapa penelitian menunjukkan bahwa X berpengaruh terhadap Y (Penulis A, 2022; Penulis B, 2023), namun hasil berbeda ditemukan pada subjek mahasiswa (Penulis C, 2024)." Selain lebih orisinal, cara ini membuat tinjauan pustakamu terlihat jauh lebih matang.
6. Tambahkan analisis dan konteks penelitianmu
Bagian yang berisi pendapat, analisis, dan konteks penelitianmu sendiri (lokasi, subjek, data lapangan) secara alami tidak akan cocok dengan sumber mana pun. Semakin banyak analisis orisinal, semakin kecil proporsi kecocokan.
7. Cek ulang
Kalau kampusmu menyediakan kesempatan cek ulang, unggah versi perbaikan dan bandingkan laporannya. Fokus ke sumber yang masih besar.
Trik curang yang sebaiknya kamu hindari
Trik-trik ini sering beredar, tapi risikonya besar:
- Mengganti huruf dengan karakter mirip (misalnya huruf Latin diganti huruf Sirilik) — mudah terlihat aneh saat dibaca dosen, dan sistem deteksi terus diperbarui.
- Memasukkan teks sebagai gambar — bagian tersebut tidak bisa dibaca, dan pembimbing akan mempertanyakan formatnya.
- Spasi atau huruf putih tersembunyi — termasuk manipulasi dokumen yang bisa berujung sanksi.
- Sinonim acak dari aplikasi pengganti kata — kalimat jadi tidak logis dan kualitas skripsi turun.
Selain berisiko secara akademik, trik seperti ini tidak menyelesaikan masalah utamanya: kamu tetap harus mempertahankan isi skripsi di depan penguji saat sidang.
Cara cepat parafrase skripsi dengan bantuan AI
Memparafrase puluhan halaman secara manual memang melelahkan. Di sinilah AI bisa membantu — selama kamu tetap mengontrol hasilnya.
Dengan fitur Parafrase AI di SOM AI, kamu bisa mengunggah dokumen DOCX atau PDF, memilih hanya bagian yang ditandai Turnitin, lalu AI menulis ulang bagian tersebut tanpa mengubah makna dan tanpa merusak bagian dokumen lainnya. Setelah itu:
- Baca ulang setiap hasil parafrase dan sesuaikan dengan gaya bahasamu.
- Pastikan istilah teknis dan data angka tetap akurat.
- Pastikan setiap ide dari sumber tetap disertai sitasi.
Perlu diingat, Turnitin juga memiliki fitur pendeteksi tulisan AI yang terpisah dari similarity. Karena itu, gunakan AI sebagai alat bantu menyusun draf dan ide, lalu tulis ulang dengan bahasamu sendiri. Baca juga panduan kami tentang cek Turnitin untuk memahami laporan similarity lebih jauh.
Pertanyaan yang sering ditanya
Apakah daftar pustaka ikut dihitung dalam similarity?
Bisa ikut terhitung jika filter daftar pustaka tidak diaktifkan. Pengaturan ini biasanya ada di tangan dosen atau admin kampus. Jika daftar pustaka menyumbang persentase besar, tanyakan ke pembimbing apakah filter bisa diaktifkan.
Apakah kutipan langsung aman dari Turnitin?
Kutipan langsung yang ditulis dengan tanda kutip dan sitasi adalah praktik akademik yang sah, meski bisa tetap terdeteksi sebagai kecocokan jika filter kutipan tidak aktif. Gunakan kutipan langsung secukupnya, misalnya untuk definisi penting, dan lebih banyak gunakan parafrase.
Kenapa similarity naik padahal saya menulis sendiri?
Bisa karena dokumenmu (atau versi sebelumnya) pernah diunggah ke Turnitin sehingga tersimpan di repositori, atau karena kamu memakai frasa yang sangat umum di bidangmu. Tanyakan ke dosen apakah dokumen lama bisa dikecualikan dari pengecekan.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan similarity?
Tergantung jumlah bagian yang perlu diperbaiki. Dengan memulai dari sumber terbesar, banyak mahasiswa bisa menurunkan skor secara signifikan dalam 1–3 hari kerja. Bantuan parafrase AI bisa mempercepat prosesnya, asalkan hasilnya tetap kamu periksa.


